Sabtu, 09 Juni 2012

Hakekat Perkembangan


       
A.Pengertian Perkembangan
Perkembangan merupakan pola-pola perubahan yang terjadi sepanjang hayat,dimulai dari masa konsepsi dan berlangsung terus sampai dengan sepanjang hidup manusia.Para pakar psikologi perkembangan umumnya lebih suka membatasi pandangan perkembangan hanya pada perubahan yang mengarahkan pada reorganisasi kualitatif struktur perilaku,ketrampilan atau kemampuan.Perkembangan terdiri dari dua proses yaitu integrasi dan diferensiasi.Integrasi mengacu pada gagasan bahwa perkembangan terdiri atas integrasi dari struktur yang paling dasar,yakni perilaku yang dimiliki sebelumnya dengan perilaku baru,kepada struktur pada tingkat yang lebih tinggi.Diferensiasi mengacu pada gagasan bahwa perkembangan menunjukkan kemajuan kemampuan yang ditunjukkan secara berbeda ketika menghadapi objek yang berbeda.

Hurlock (1978) menyatakan bahwa perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretan kemajuan dari perubahan yang teratur dan koheren.Teratur dan koheren menunjukkan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului atau mengikutinya.Monk et.al (1991) menyatakan bahwa perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu suatu proses yang menuju kedepan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.Werner (1969) (dalam Monks dkk,1991) menegaskan bahwa perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap.Perkembangan psikologik merupakan suatu proses yang dinamik.Dalam proses tersebut,sifat individu dan sifat lingkungan pada akhirnya menentukan tingkah laku apa yang akan diaktualisasikan dan dimanifestasikan.

B.Perubahan dan Perkembangan
Perkembangan bukan sekedar penambahan beberapa sentimeter pada tinggi badan atau peningkatan kemampuan,melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks (Harlock,1980).Dalam proses perkembangan manusia terdapat dua proses perkembangan yang saling berlawanan,yaitu pertumbuhan (evolusi) dan kemunduran (involusi).Perkembangan berarti terjadi proses kesinambungan dan prose situ bersifat siklikal.Dalam arti perkembangan itu memunculkan tanda-tanda akan berkembangnya kemampuan-kemampuan dan kemudian menghilang,dan kemampuan yang hilang itu akan muncul kembali pada usia berikutnya.Grafik perkembangan manusia itu tidak selalu berbentuk garis lurus sepertihalnya kurva berbentuk lonceng,sebaliknya akan berbentuk garis yang bersifat fluktuatif yakni naik dan turun.Perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan manusia itu bertujuan untuk memungkinkan seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungannya.




C.Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan ukuran dan struktur.Sebaliknya perkembangan berkaitan dengan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif.Ia dapat didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren.Progresif dimaknai sebagai perubahan yang terarah dan koheren menunjuk adanya hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dengan perubahan yang telah mendahului dan yang akan mengikutinya.Istilah pertumbuhan dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran-ukuran badan dan fungsi-fungsi fisik.Kemudian istilah perkembangan dimaksudkan sebagai perubahan yang mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologis yang tampak.

D.Prinsip-prinsip perkembangan
                                Baltes (1987) mengartikulasikan enam prinsip yang dapat digunakan untuk mengkaji perkembangan manusia.Dinyatakan bahwa prinsip-prinsip yang dikembangkan itu membentuk keyakinan yang menspesifikasi pandangan perkembangan secara koheren.Beberapa prinsip yang dimaksud adalah:
1.Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.Prinsip ini memiliki dua aspek yaitu:
a.Potensi perkembangan akan terjadi sepanjang hidup manusia dan tidak ada asumsi yang  menyatakan bahwa kehidupan seseorang akan mencapai puncak perkembangan kemudian menurun kembali pada waktu orang itu dewasa atau berusia tua.
b.Perkembangan tidak akan terjadi sebelum seseorang lahir dan perkembangan itu akan berlangsung sepanjang hayat.
2.Perkembangan bersifat multidimensional dan multidireksional.
            Multidimensional mengacu pada kenyataan bahwa perkembangan tidak dapat digambarkan melalui criteria tunggal.Sedangkan multidireksional mengacu pada hasil perkembangan dicapai melalui berbagai cara dan perkembangan itu terdiri atas berbagai kemampuan yang dimiliki oleh individu.
3.Perubahan mengacu pada perolehan dan kehilangan.
            Perkembangan mencakup pertumbuhan dan penurunan.
4.Perkembangan itu bersifat lentur,yakni adanya variabilitas diri seseorang sehingga memungkinkan adanya perkembangan atau perilaku tertentu.
5.Perkembangan berada dalam latar tertentu dan historik.
            Bersifat kontekstual karena seseorang yang berada disuatu lingkungan akan berbeda perkembangannya dengan seseorang dilingkungan yang lain.Bersifat historik karena periode waktu tertentu dimana seseorang itu tumbuh akan mempengaruhi perkembangannya.



Ruffin (2001) menyatakan bahwa walaupun terhadap  perbedaan secara individual pada  kepribadian anak,prinsip-prinsip dan karakteristik perkembangan itu menunjukkan pola-pola yang bersifat universal.
1.Perkembangan itu berproses dari bagian kepala menuju kekaki (cephalocaudle).
            Sesuai dengan prinsip ini anak pada mulanya mengendalikan kepalanya,kemudian tangannya,dan selanjutnya kakinya.
2.Perkembangan berproses dari tubuh bagian dalam menuju tubuh bagian luar(proksimodistal).
            Ini berarti tulang belakang berkembang dulu sebelum bagian luar.Lengan berkembang terlebih dulu dibanding keseluruhan fungsi tangan.Kaki berkembang terlebih dulu sebelum jari-jari kaki berkembang.Dan oto jari tangan dan jari kaki berkembang paling akhir.
3.Perkembangan tergantung pada kematangan dan belajar.
            Kematangan mengacu pada karakteristik pertumbuhan dan perkembangan biologis.Demikian pula anak harus memiliki kematangan tertentu sebelum melakukan kegiatan tertentu.Lingkungan merupakan salah satu factor untuk merangsang mengembangkan potensi secara optimal.
4.Perkembangan berproses dari sederhana (kongkrit) menuju kepada yang lebih kompleks.
            Anak-anak menggunakan kecakapan kognitif dan bahasanya untuk bernalar dan memecahkan masalah.
5.Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan.
            Dalam perkembangan,anak selalu menambahkan ketrampilan yang telah diperoleh sebelumnya dan kemudian ketrampilan baru tersebut menjadi dasar untuk memperoleh kecakapan yang lebih kompleks.
6.Pertumbuhan dan perkembangan berproses dari kecakapan umum kekecakapan spesifik.
            Contohnya dalam gerakan motorik awalnya bersifat umum,tidak terarah dan reflektif kemudian dalam perkembangannya bayi mampu menggenggam objek dengan kedua tangannya.Ini karena pertumbuhan terjadi dari gerakan otot besar menuju gerakan otot kecil.
7.Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bersifat individual.
            Setiap anak berbeda sehingga tingkat pertumbuhannya juga berbeda.Walaupun pola-pola dan urutan pertumbuhan dan perkembangan biasanya sama pada semua anak,tingkat pencapaian tahap perkembangannya akan berbeda.








E.Teori-teori Perkembangan
                Beberapa teori yang hingga sekarang masih terjadi perdebatab yaitu teori:
1.Continuity dan Discontinuity
            Ada dua proposisi yang berlawanan tentang perubahan perkembangan.Sebagian pakar menyatakan bahwa perkembangan itu sebaiknya dipandang sebagai proses yang berkesinambungan (continous process).Dalam teori ini proses perkembangan itu bersifat lembut dan teratur dan setiap perubahan selalu berkaitan dengan kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya.
            Sedangkan teori discontinuity,dimana perubahan itu tidak bersifat berkesinambungan.Teori ini menyatakan bahwa perilaku kadang-kadang berubah secara kualitatif,dan organisasi perilaku baru dapat muncul dalam bentuk yang bersifat beragam.Teori kedua ini memunculkan pandangan tentang tahap-tahap perkembangan manusia,yakni organisasi perilaku manusia yang menandai adanya perkembangan dalam waktu tertentu.
            Siegler (1988) menyatakan bahwa apakah aspek-aspek perkembangan itu bersifat continous atau discontinuous adalah tergantung pada cara-cara para pakar mengkaji perkembangan.Apabila para pakar itu mengkaji perubahan perilaku dengan rentang waktu yang lama (misalnya tahunan) maka perkembangan itu cenderung dipandang sebagai sesuatu yang bersifat discontinous.Sebaliknya apabila para pakar mengkaji perilaku dalam rentang waktu yang lebih sempit maka perkembangan itu cenderung dipandang sebagai sesuatu yang bersifat continous,artinya peningkatan perubahan akan dipandang terjadi secara meningkat.
2.Teori Kematangan dan Perubahan
            Penelitian tentang anak kadang-kadang menunjukkan adanya stabilitas aspek-aspek perkembangan,seperti kelekatan pada orang tua.Namun dalam penelitian lain menunjukkan bahwa emosi anak dapat diubah oleh lingkungan terutama oleh pengasuhnya.
            Aspek penting dari adanya perbedaan pandangan tersebut perlu dikaitkan dengan pengalaman masa kanak-kanak yang memainkan peranan pembentukan pada perkembangan masa berikutnya.Freud menekankan pada pentingnya pengalaman masa kanak-kanak karena mempengaruhi perkembangan pada masa berikutnya.Erik Erikson percaya bahwa cara-cara seseorang menyelesaikan masalah perkembangan kehangatan,kepedulian dengan orang tua atau kemampuan berpikir dan bertindak secara otonomi merupakan factor penting bagi perkembangan berikutnya.Teori-teori perkembangan manusia pada mulanya lebih percaya pada teori stabilitas perkembangan manusia dan pengalaman usia dini sangat penting terhadap stabilitas perkembangan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar